Rentetan hari berbaris di belakang masa,ingatan ini tak lagi mampu menjangkaunya
Di seperempat abad usia,kenapa malam malam membeku kurasa
Terbaring aku selalu,dada hampa udara
Menyikapi takdir,bahwa aku sendirian
Kehangatan hanya ada dalam asa
Dan sekali lagi masih sendiri
Aku kini di Dua Puluh Lima
Dua Puluh Lima
Diposting oleh
Mbah Science
Minggu, 26 Juli 2009
0 komentar:
Posting Komentar