Dua Puluh Lima

Rentetan hari berbaris di belakang masa,ingatan ini tak lagi mampu menjangkaunya
Di seperempat abad usia,kenapa malam malam membeku kurasa
Terbaring aku selalu,dada hampa udara
Menyikapi takdir,bahwa aku sendirian
Kehangatan hanya ada dalam asa
Dan sekali lagi masih sendiri
Aku kini di Dua Puluh Lima

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

About this blog

makasih dah ngintipin blog gw,,,
moga2 loe tau kepentingan yang penting, sesuatu yang loe butuh, bukan yang loe mau,,,